kisah Nenek Tua yang ditelantarkan keluarganya

Foto nenek-nenek
gambar diambil dari http://www.rizqifahma.com/



"Den, kula nyuwun wedang panas, nggih. Niku wau sing nyapu kula".


Di sebuah daerah di Pulau Jawa sana, ada seorang nenek tua yang tinggal bersama menantu perempuannya. Anak laki-lakinya pergi ke luar pulau untuk bekerja, istri dan ibunya di tinggal di Solo. Si anak cuma pulang beberapa bulan sekali. Jadi sehari-hari, sang ibu yang sudah tua renta itu hanya tinggal bersama menantunya.

Sayangnya, menantunya ternyata tidak peduli pada Nenek itu. Nggak dikasari atau apa sih, tapi Nenek itu nggak diurus sama sekali. Jadi nenek itu sering ke rumah tetangganya untuk sekedar meminta makanan atau minuman panas. Bahkan untuk sekedar buang air dan mandi, si Nenek harus berjalan ke Toilet umum desa. Padahal sebenernya di rumah itu ada toiletnya juga.

Yang lebih mengharukan, terkadang sebelum meminta sesuatu, si Nenek akan melakukan pekerjaan terlebih dahulu. Seperti menyapu halaman rumah atau mencabuti rumput liar di halaman rumah tetangga. Lalu dia mengetuk pintu tuan rumah dan meminta, "Den, kula nyuwun wedang panas, nggih. Niku wau sing nyapu kula". Yang artinya: "Tuan/Nyonya, saya minta minuman panas, ya. Itu tadi yang menyapu saya".

Menyedihkan ya?

Bagaimana bisa ada seseorang yang setega itu pada orang tuanya? Padahal orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita. Sekuat tenaga memelihara dan memberikan kita kasih sayang. Masa iya tuanya ditelantarkan begitu. Manusia jaman sekarang itu nggak tau terima kasih sekali ya?

Bayangkan bila suatu saat kita sudah tua, kesepian, dan ditelantarkan. bagaimana perasaan kita? Ok. Menurut aku, setega-teganya kita jadi remaja yang mempunyai karakteristik random yang random banget makin menjadi-menjadi apalagi kalau ada masalah, orang tua itu tetap nomor 2 setelah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Oke, itu jadinya nomor 3-_- Jadi jangan sakiti orangtua bagaimanapun itu._. Oke, aku juga mungkin adalah salah 1 anak yang kadang agak nganu juga ke bunda karena kami terus terang aja suka berselisih paham-_- Mungkin karna kemiripan KAMI yang kata sodara-sodara. Yaaa mau bagaimana lagi kan. Nasib gapunya Ayah lagi gini ni :) Waktu Ayah masih ada tu juga aku sebenarnya suka selisih paham juga sama Ayah. Ya, udh karakter aku kali yaaa yang batu banget-- Tapi yaa lumayan sama Ayah sih kalo menurut aku. Aaah au ah gelep ~(_-_)~

Share this:

0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen

Wanna leave a comment?